Seks Oral dan Pil KB Bisa Cegah Penyakit Menular Seksual? Ah Belum Tentu

Jakarta, Penyakit Menular Seksual (PMS) tak hanya memalukan secara fisik tapi juga bisa menyebabkan masalah kesehatan yang serius. Nah, di masyarakat banyak hal-hal yang beredar terkait PMS. Jika Anda pernah mendengarnya, jangan langsung percaya begitu saja.

Sebab ada beberapa hal seputar PMS yang diyakini kebenarannya oleh banyak orang padahal itu hanya mitos yang justru bisa mengganggu kehidupan seks Anda. Misalnya, seks oral atau konsumsi pil KB dikatakan bisa mencegah penularan PMS.

Kenyataannya, seks oral tanpa kondom bisa menempatkan Anda pada risiko penularan PMS. HIV InSite dari The University of California mengatakan jika wanita melakukan seks oral dengan kondisi mulut terluka, risiko penularan PMS lebih besar. Pada pria, PMS lebih berisiko besar ketika ia melakukan seks oral dalam keadaan vagina wanita masih terdapat darah menstruasi.

Terkait konsumsi pil KB, menurut Food and Drug Administration, kondomlah satu-satunya metode perlindungan terhadap kehamilan dan PMS. Selain itu, penggunaan kondom juga bisa mencegah terjadinya kehamilan. Selain dua pernyataan itu, berikut mitos-mitos tersebut seperti dilansir Medical Daily, Jumat (21/2/2014):

1. Ejakulasi di luar tak membuat wanita hamil atau tertular PMS

Menarik penis saat akan ejakulasi bukanlah metode tepat untuk mencegah PMS karena sebagian besar mikroorganisme penyebab penyakit tersebut tidak bergantung pada perpindahan posisi pria saat ejakulasi. Menurut Planned Parenthood, dari 100 wanita, empat orang mengaku masih bisa hamil meskipun pasangannya selalu menarik penisnya saat ejakulasi.

2. Bercinta di kolam renang mencegah terjadinya PMS

Mitos ini sering digembar-gemborkan bahwa kandungan klorin pada air kolam renang dikatakan bisa membunuh sperma. Padahal, kenyataannya tidak. Langkah terbaik yakni tetap gunakan kondom. Tapi, menurut Teen Clinic, memakai kondom berbahan lateks jika bercinta di kolam air hangat tak ada fungsinya karena kondom bisa ‘terpecah’.

3. Anda tak bisa tertular herpes jika pasangan tidak menunjukkan gejalanya

Kebanyakan orang tidak memiliki gejala herpes sehingga mereka kerap tidak menyadari tengah mengalaminya. Namun, gejala seperti gatal atau sensasi terbakar di anus, pembengkakan kelenjar, serta banyaknya cairan vagina bisa terjadi dalam waktu dua sampai tiga minggu. Herpes juga bisa menyebabkan infeksi di mulut atau bibir.

4. PMS hanya bisa menular lewat sperma

Meskipun sperma dan darah bisa menyebarkan PMS, penyakit lain seperti herpes dan sifilis bisa tertular lewat kontak kulit terutama di daerah tenggorokan, mulut, dan kulit yang terluka atau memiliki ruam.

5. Di atas umur 50 tahun tak perlu khawatir akan PMS

Menurut National Institute of Ageing, wanita yang berusia di atas 50 tahun mungkin memiliki risiko kanker serviks yang lebih rendah. Tapi, mereka tetap berisiko tinggi terkena human papilloma virus (HPV).

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

One response to “Seks Oral dan Pil KB Bisa Cegah Penyakit Menular Seksual? Ah Belum Tentu”

  1. Bang Uddin says :

    Ijin ninggalin jejak ya gan… thx

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: